100 kode visual ChatGPT untuk edit foto: panduan dan contoh prompt
Pelajari efek flash malam, ganti pakaian, dan empat pose dalam satu foto. Ikuti langkahnya, salin prompt, lalu pilih arahan dari 100 kode visual.

Satu foto awal bisa menjadi bahan untuk berbagai edit. Panduan ini menunjukkan tiga contoh dengan model yang sama: suasana malam dengan flash, pergantian pakaian, dan empat pose dalam satu adegan. Setelah mencoba contohnya, gunakan katalog 100 kode untuk menyusun arahanmu sendiri.
Isi panduan16 bagian
Mulai dari foto yang jelas
Contoh berikut memakai foto model berambut panjang, berkaus kuning, dan mengenakan headphone di depan kafe. Gunakan foto awal yang sama saat mencoba setiap edit agar efek dari percobaan sebelumnya tidak ikut terbawa.
Siapkan bahan, tentukan satu perubahan utama, lalu tulis bagian yang ingin dipertahankan. Setelah hasil muncul, bandingkan dengan foto awal sebelum melanjutkan.

- Unggah foto dengan wajah dan pakaian yang terlihat jelas.
- Pilih satu contoh: flash malam, ganti pakaian, atau empat pose.
- Salin prompt contoh, lalu sesuaikan pakaian, lokasi, dan rasio dengan fotomu.
- Periksa wajah, tangan, dan detail pakaian pada hasil edit.
Contoh 1: flash malam dan jejak cahaya
Tujuannya adalah foto spontan di depan kafe pada malam hari. Wajah dan tangan dekat kamera diterangi flash, sementara lampu di latar membentuk jejak gerak.
Gunakan /nighttime flash untuk arah cahaya, /motion blur untuk area bergerak, dan /shutter drag untuk perpaduan detail tajam dengan jejak cahaya. Tentukan area yang harus tetap terbaca agar blur tidak menutupi wajah.

- Input: unggah kembali foto awal model.
- Pertahankan: wajah, rambut, kaus kuning, dan headphone.
- Periksa hasil: wajah masih dikenali, tangan masuk akal, dan jejak cahaya berada di latar.
Edit the uploaded photo.
Keep the same face, long black hair, yellow T-shirt and headphones.
Move the scene to nighttime outside the cafe.
The subject turns toward the phone while walking, raising one open hand near the lens.
Use /nighttime flash + /motion blur + /shutter drag: a bright face and foreground hand, a darker street, streaked background lamps and slight ghosting on moving edges.
Keep the face recognizable, the hand anatomically plausible and the framing spontaneous.
9:16 portrait, realistic smartphone texture, no text.Contoh 2: ganti pakaian dengan /transferoutfit
Unggah dua gambar sekaligus: foto model sebagai gambar pertama dan referensi pakaian sebagai gambar kedua. Sebutkan fungsi masing-masing gambar agar model mengenakan pakaian referensi di lokasi awal.
Contoh ini mengganti kaus kuning dan celana kargo dengan jaket corduroy jingga, kaus ivory, serta jeans indigo. Headphone diminta dilepas agar tidak menutupi kerah. Latar foto produk tidak perlu dipindahkan.



- Input 1: foto model, pose, dan lokasi yang dipertahankan.
- Input 2: referensi jaket, kaus, jeans, tas, dan sepatu.
- Periksa hasil: ukuran pakaian, lipatan kain, tali tas, jari, dan bayangan.
/transferoutfit.
Use photo 1 for the person and setting, and photo 2 for the clothes.
Dress the same person in the rust corduroy jacket, ivory T-shirt, indigo wide-leg jeans, cognac crossbody bag and cream sneakers.
Preserve the face, long black hair, pose, framing, background and lighting as closely as possible.
Remove the yellow headphones so they do not overlap the new collar.
Match garment size, fabric folds, shadows and bag-strap placement to the body.
Do not copy the flat-lay background.Contoh 3: empat pose dengan /clones
Gunakan satu foto sebagai referensi, lalu minta tepat empat versi orang yang sama dalam satu adegan kafe. Beri setiap figur pose yang berbeda: bersandar, berdiri, duduk, dan menyentuh rambut.
Tegaskan bahwa keempat figur berbagi lantai, perspektif, dan pencahayaan yang sama. Minta satu foto yang menyambung, tanpa pembagian panel.

- Input: foto awal sebagai referensi wajah dan pakaian.
- Target: tepat empat figur dengan pose berbeda dalam satu lokasi.
- Periksa hasil: konsistensi wajah, jarak antartubuh, serta kepala dan sepatu di dalam bingkai.
/clones.
Use the uploaded model photo as the identity reference.
Create exactly four instances of the same person in one continuous cafe-sidewalk photograph.
Keep the same face, long black hair, yellow T-shirt, headphones, black cargo trousers and white sneakers.
Give each a different pose: leaning against the wall, standing with hands in pockets, sitting on the step, and touching her hair.
Separate the bodies, align the ground plane, match shadows and keep all four heads and shoes inside the frame.
No panel divisions or extra people.Susun prompt sendiri dari kode visual
Pilih satu atau dua arahan yang mendukung tujuan edit. Gabungkan dengan subjek, tindakan, bagian yang dipertahankan, dan rasio hasil. Terlalu banyak arahan yang bertentangan membuat tujuan sulit dipahami.
Gunakan kerangka di bawah sebagai titik awal. Ganti seluruh bagian di dalam kurung siku, lalu tulis ulang arahan yang masih ambigu. Jika hasil kurang sesuai, revisi satu hal terlebih dahulu agar pengaruhnya mudah dibandingkan.
Edit the uploaded photo.
KEEP
[Face, hairstyle, pose, clothing, or background to preserve.]
CHANGE
[One main change and the intended visual result.]
VISUAL DIRECTION
[One or two compatible codes, followed by a plain-language explanation.]
COMPOSITION
[Landscape 16:9 or portrait 9:16; keep important details inside the frame.]
CHECK
[Anatomy, lighting, garment edges, and any details that need extra care.]01–10 · Sudut kamera
Pilih posisi kamera berdasarkan hubungan subjek dengan lingkungan. Sudut yang ekstrem juga mengubah proporsi tubuh dan benda.
/low angle- Kamera lebih rendah daripada subjek; tentukan seberapa rendah agar proporsi tetap masuk akal.
/high angle- Lihat subjek dari atas untuk memperlihatkan lantai atau hubungan benda di sekitarnya.
/worm view- Dekatkan kamera ke permukaan tanah dan arahkan ke atas untuk perspektif yang sangat rendah.
/bird's eye view- Lihat adegan dari tempat tinggi dengan kemiringan yang masih memperlihatkan sisi objek.
/drone view- Gunakan titik pandang udara; sebutkan ketinggian dan apakah kamera menatap tegak ke bawah.
/over the shoulder- Sisakan bahu seseorang di depan saat fokus berada pada orang atau objek yang dilihatnya.
/first person POV- Bangun sudut pandang dari mata pelaku; tangan boleh masuk jika relevan dengan tindakan.
/profile shot- Arahkan wajah atau benda ke samping agar garis siluetnya terbaca.
/three quarter view- Perlihatkan muka dan satu sisi objek dalam satu sudut pandang.
/dutch angle- Miringkan horizon dengan sengaja; tentukan derajat ringan agar adegan tidak membingungkan.
11–20 · Jarak dan ukuran subjek
Tentukan seberapa banyak tubuh atau lingkungan yang perlu terlihat. Sebutkan bagian penting yang harus tetap berada di dalam bingkai.
/portrait- Jadikan orang sebagai fokus dan jelaskan apakah bingkai mencakup kepala, dada, atau tubuh.
/wide establishing shot- Perlihatkan tempat kejadian beserta subjek agar konteks lokasi langsung terbaca.
/extreme wide- Biarkan lingkungan mendominasi dan subjek tampak kecil untuk menekankan jarak atau skala.
/close up- Dekatkan bingkai ke wajah atau objek utama sambil menyisakan petunjuk konteks.
/extreme close up- Pilih satu detail kecil sebagai isi utama bingkai, misalnya mata atau jahitan kain.
/full body shot- Minta kepala hingga alas kaki terlihat utuh, dengan sedikit ruang di atas dan bawah.
/medium shot- Bingkai tubuh sekitar pinggang ke atas untuk membaca ekspresi sekaligus gestur.
/flat lay- Susun benda pada bidang datar dan arahkan kamera tegak lurus dari atas.
/centred symmetry- Letakkan fokus pada sumbu tengah dan bangun keseimbangan bentuk di kiri-kanan.
/rule of thirds- Dekatkan subjek ke salah satu garis sepertiga lalu seimbangkan ruang sisanya.
21–30 · Lensa dan fokus
Gunakan arahan lensa dan fokus untuk mengatur perspektif serta pemisahan subjek dari latar. Detail penting tetap perlu terbaca.
/85mm portrait lens- Minta karakter perspektif lensa potret dengan latar yang terasa lebih rapat.
/24mm wide lens- Masukkan lebih banyak lingkungan; jaga wajah penting menjauh dari tepi ekstrem.
/fish eye- Gunakan distorsi melengkung yang jelas; cocok untuk perspektif dekat yang ekspresif.
/telephoto compression- Buat lapisan jauh tampak lebih dekat di belakang subjek tanpa menghilangkan pemisahan bentuk.
/anamorphic lens- Arahkan karakter lensa sinema, misalnya flare mendatar; rasio gambar tetap perlu ditentukan.
/macro lens- Dekati tekstur kecil seperti benang, serbuk, atau embun dengan kedalaman fokus terbatas.
/tilt shift- Buat rentang fokus selektif yang memberi kesan miniatur pada adegan.
/shallow depth of field- Pisahkan subjek tajam dari latar lembut; sebutkan bagian yang wajib fokus.
/deep focus- Pertahankan keterbacaan benda dekat dan jauh ketika hubungan ruang penting.
/creamy bokeh- Lembutkan area di luar fokus menjadi bidang cahaya halus yang tidak mengganggu subjek.
31–40 · Cahaya utama
Tentukan arah, kelembutan, dan kekuatan cahaya utama. Pilih arahan yang mendukung suasana dan bentuk subjek.
/nighttime flash- Gunakan flash dekat kamera pada malam hari dengan perbedaan kuat antara subjek dan suasana sekitar.
/direct flash- Arahkan cahaya frontal yang tegas, dengan bayangan dan pantulan yang tetap terbaca.
/golden hour- Tempatkan matahari rendah untuk cahaya hangat dan bayangan yang memanjang.
/blue hour- Bangun suasana biru setelah matahari turun; sisakan sedikit cahaya langit.
/window light- Tentukan jendela di satu sisi sebagai sumber cahaya yang membentuk wajah atau benda.
/backlit- Letakkan sumber cahaya di belakang subjek, lalu tentukan apakah wajah masih perlu terang.
/rim lighting- Beri garis cahaya tipis pada tepi subjek untuk memisahkannya dari latar.
/softbox lighting- Minta transisi bayangan lembut untuk potret atau produk dengan permukaan yang jelas.
/hard noon sun- Pakai matahari tinggi dengan bayangan padat dan pendek, lalu jaga detail bagian terang.
/overcast light- Gunakan langit berawan sebagai pencahayaan menyebar untuk warna dan tekstur yang tenang.
41–50 · Pola dan sumber cahaya
Sebutkan sumber cahaya yang terlihat atau pola cahaya yang diinginkan. Pastikan arah bayangan selaras dengan sumbernya.
/split lighting- Bagi bagian terang dan gelap pada wajah dengan arah cahaya dari samping.
/rembrandt lighting- Arahkan cahaya miring hingga muncul bidang terang kecil pada pipi sisi bayangan.
/candlelight- Jadikan api lilin sebagai sumber hangat yang lemah dan dekat dengan subjek.
/neon lighting- Tentukan warna lampu neon dan permukaan yang menerima pantulannya.
/silhouette- Utamakan bentuk gelap subjek di depan latar terang; jangan sekaligus meminta detail wajah penuh.
/high key- Dominasi bidang terang dengan kontras lembut, sambil mempertahankan batas objek.
/low key- Biarkan banyak area gelap dengan cahaya terarah pada bagian yang perlu dibaca.
/god rays- Perlihatkan jalur cahaya melalui udara berpartikel; tentukan celah masuknya.
/practical lights in frame- Tampilkan lampu nyata di adegan dan hubungkan cahayanya dengan subjek.
/firelight- Gunakan nyala api sebagai sumber jingga yang tidak merata pada wajah dan lingkungan.
51–60 · Warna dan kontras
Tentukan palet dan tingkat kontras tanpa menghilangkan warna penting pada kulit, pakaian, atau objek.
/warm tones- Condongkan warna ke kuning, amber, atau jingga pada area yang dipilih.
/cool tones- Condongkan warna ke biru atau cyan tanpa menghilangkan warna penting subjek.
/muted pastel palette- Gunakan warna terang dengan saturasi terkendali dan perbedaan yang lembut.
/teal and orange grade- Pisahkan area dingin kehijauan dan area hangat jingga dengan tetap menjaga warna kulit.
/monochrome red- Bangun gambar dari variasi terang-gelap merah, dengan siluet yang tetap jelas.
/high contrast- Perbesar perbedaan terang-gelap tanpa membuang seluruh detail bayangan.
/desaturated- Kurangi intensitas warna sambil mempertahankan pembeda penting antarbenda.
/black and white- Terjemahkan gambar menjadi hubungan luminans; periksa pemisahan kulit, kain, dan latar.
/sepia- Gunakan tint cokelat pada gambar dengan gradasi yang masih terbaca.
/earth tones- Batasi palet ke tanah, pasir, kayu, dan hijau redup untuk warna yang saling menyatu.
61–70 · Karakter media
Pilih karakter media sesuai tujuan gambar. Tambahkan ciri tekstur yang spesifik agar hasil tidak hanya bergantung pada nama gaya.
/35mm film grain- Tambahkan butiran organik halus yang mengikuti nada gambar, bukan bercak acak besar.
/polaroid- Minta karakter foto instan dengan warna dan kontras lembut; bingkai putih bersifat opsional.
/disposable camera- Bangun kesan kamera sekali pakai melalui flash, grain, dan framing yang lebih lepas.
/digi cam- Gunakan karakter kamera digital saku dengan detail tajam sederhana dan flash langsung.
/VHS- Arahkan tekstur rekaman analog dengan noise serta pergeseran warna secukupnya.
/super 8- Gunakan karakter film rumahan kecil dengan grain dan warna hangat yang bervariasi.
/film halation- Beri pendar tipis di sekitar highlight, terutama pada sumber cahaya terang.
/light leak- Masukkan kebocoran cahaya pada tepi tertentu sambil menjaga subjek utama.
/soft focus- Lembutkan detail secara menyeluruh dengan batas bentuk yang masih bisa dibaca.
/contact sheet- Susun beberapa hasil dalam lembar terpisah untuk membandingkan pose atau framing.
71–80 · Udara dan cuaca
Gunakan cuaca dan partikel untuk membangun kedalaman. Jelaskan intensitasnya agar subjek tidak tertutup.
/heavy fog- Pisahkan jarak dengan kabut tebal; benda jauh kehilangan kontras lebih dahulu.
/rain on glass- Tempatkan tetesan pada kaca di depan subjek dengan distorsi yang masuk akal.
/wet streets at night- Gunakan permukaan basah untuk memantulkan cahaya jalan yang memang ada.
/dust motes in the air- Tambahkan partikel kecil hanya pada area udara yang menangkap cahaya.
/smoke haze- Lembutkan jarak dengan asap tipis dan jaga fokus subjek agar tidak tertutup.
/falling snow- Bedakan ukuran butir salju dekat dan jauh untuk memberi kedalaman.
/golden dust in sunlight- Tampilkan partikel hangat pada berkas matahari, bukan di seluruh bidang secara merata.
/windblown hair- Arahkan gerak rambut sesuai satu arah angin yang konsisten dengan pakaian.
/hazy sunset- Gabungkan matahari rendah dan udara berkabut tipis untuk gradasi jarak hangat.
/misty morning- Minta embun kabut tipis dengan cahaya pagi yang mulai menembus lingkungan.
81–90 · Susunan ruang
Atur hubungan ruang, bidang depan, dan latar. Sisakan ruang untuk bagian yang memang perlu ditonjolkan.
/negative space- Sisakan area tenang di sekitar fokus untuk napas visual atau ruang teks.
/leading lines- Gunakan garis jalan, pagar, atau bangunan untuk mengarahkan perhatian ke fokus.
/framed through a doorway- Pakai bukaan pintu di depan kamera sebagai bingkai untuk adegan di belakangnya.
/reflection shot- Tentukan cermin atau permukaan reflektif beserta sudut pantulnya.
/foreground obstruction- Sisakan objek lembut di tepi depan tanpa menutupi bagian utama subjek.
/tight crop- Potong konteks di sekitar fokus secara sengaja, dengan batas yang tidak merusak anatomi.
/layered depth- Bangun foreground, subjek, dan latar sebagai lapisan yang berbeda.
/diagonal composition- Gunakan arah diagonal untuk menghubungkan bagian penting gambar.
/frame within a frame- Bingkai fokus dengan objek sekitar, misalnya jendela atau percabangan pohon.
/repeating patterns- Atur pengulangan bentuk, lalu sisipkan fokus yang mudah dibedakan dari ritmenya.
91–100 · Gerak dan pendekatan foto
Tentukan bagian yang bergerak dan bagian yang tetap tajam. Untuk pendekatan foto, jelaskan momen atau cerita yang ingin ditangkap.
/motion blur- Tentukan objek atau area yang bergerak agar blur tidak merusak seluruh informasi.
/panning blur- Pertahankan subjek relatif tajam dan arahkan garis latar mengikuti gerakan kamera.
/long exposure- Biarkan gerak menumpuk sebagai jejak sementara benda diam tetap memiliki struktur.
/shutter drag- Gabungkan flash yang membekukan sebagian subjek dengan jejak cahaya dari eksposur lebih lama.
/freeze frame- Tangkap fase gerak tertentu dengan detail yang tajam, misalnya kaki tepat melayang.
/mid action- Pilih tindakan yang sedang berlangsung agar gestur memiliki tujuan yang jelas.
/splash moment- Tangkap bentuk cairan saat pecah sambil menjaga arah sumber percikan.
/editorial fashion- Arahkan pose, pakaian, dan lokasi sebagai satu cerita busana yang disengaja.
/street photography- Bangun momen keseharian dengan lingkungan yang berperan dalam cerita.
/cinematic film still- Susun cahaya, blocking, dan lingkungan seperti potongan adegan yang memiliki kelanjutan.
Cek hasil sebelum menyimpan
Periksa gambar pada ukuran penuh, lalu lihat kembali pada ukuran layar tempat gambar akan digunakan. Catat masalah yang terlihat secara spesifik sebelum meminta perbaikan.
Simpan foto awal dan prompt yang berhasil agar percobaan berikutnya mudah dibandingkan. Untuk rasio lain, minta komposisi baru yang menjaga bagian penting tetap terlihat.
- Wajah dan identitas visual sesuai referensi.
- Tangan, anggota tubuh, dan jumlah figur masuk akal.
- Pakaian, tali tas, dan tepi objek tidak saling menyatu.
- Arah cahaya, bayangan, dan pantulan selaras.
- Komposisi sesuai rasio yang diminta; detail penting tidak terpotong.
Baca juga
Menulis prompt gambar AI: dari subjek sampai komposisi
Bedah Crimson Underpass untuk menyusun prompt yang jelas: mobil, lingkungan, gaya visual, cahaya, dan hubungan antarelemen.
Satu konsep, dua rasio: wallpaper desktop dan ponsel
Amber Rooftop memperlihatkan mengapa versi 16:9 dan 9:16 membutuhkan susunan ruang yang berbeda, meskipun cerita dan gayanya sama.
Memeriksa gambar AI sebelum dijadikan wallpaper
Gunakan Sunlit Curiosity sebagai contoh untuk menilai bentuk subjek, arah cahaya, detail lingkungan, dan keterbacaan pada layar.